Jurnalisme Robot : Untuk Melengkapi bukan Menggantikan


Kali ini saya akan membahas Robo Journalism atau Jurnalisme robot. Dimana saya mengulas suatu pertanyaan yang acap kali ada di benak setiap manusia, yaitu mengenai adanya jurnalisme robot akankah bisa menggantikan posisi manusia sebagai pewarta, juga mengenai presisi robot yang masih dipertanyakan. Namun sebelum kita membahas dua bahasan tersebut, apa sih jurnalisme robot itu ?

Ya, Robo Journalism atau jurnalisme robot ialah suatu laporan atau berita yang dibuat oleh mesin, dimana dalam proses pembuatan berita yang dihasilkan tidak ada campur tangan dari wartawan, karena cara kerja robo jurnalism ini dimana mesin mendapatkan sumber berita dari internet . Jenis berita yang dihasilkan oleh robo jurnalism merupakan berita yang dapat diulang-ulang perkata nya seperti contoh berita mengenai ekspor-impor, bursa saham, dan skor pertandingan . Media online di Indonesia sudah ada yang menggunakan sistem ini yaitu media online Beritagar.id sejak tahun 2018. Saat ini media online Beritagar.id menggunakan robo jurnalism untuk menghasilkan berita tentang skor pertandingan, dan cuaca.

Nah, untuk menjawab kekhawatiran apakah robo journalism bisa menggantikan peran manusia sebagai pewarta. Mari kita simak sedikit penjelasan dari pihak media online Beritagar.id .

Menurut petinggi Beritagar.id, Justru dengan Robotorial, jurnalis (manusia) akan sangat terbantu karena waktu yang tersisa ketika mengerjakan hal bersifat klerikal dapat dialokasikan untuk menyusun karya yang lebih in-depht (mendalam) dan investigatif dalam bentuk laporan panjang dan lengkap (long form).

Menurut Rahardian Prajna Paramita selaku Wakil Pimpinan Redaksi Beritagar.id, Robot belum bisa melakukan wawancara, hanya manusia yang dapat melakukannya dalam praktik jurnalisme.

Menurut saya, untuk saat ini dan dalam jangka panjang kedepannya robotic journalism tidak akan bisa menggantikan peran manusia dalam menulis artikel berita karena beberapa alasan. Alasan yang pertama, berita yang dibentuk jurnalisme robot menggunakan bahasa yang monoton dan terdiri dari beberapa pengulangan kata sehingga berita menjadi membosankan, sedangkan manusia mempunyai kekayaan parafrase juga krativitas dalam menyusun kalimat. Alasan yang kedua, hadirnya jurnalisme robot untuk membantu manusia dalam membuat berita bukan mengganti peran manusia sebagai wartawan, dimana dengan adanya jurnalisme robot media online dapat menghasilkan 15 berita setiap harinya dengan ini tentu sangat membantu manusia untuk bisa fokus mengerjakan analisis berita mendalam terhadap suatu pertistiwa yang tidak bisa dilakukan oleh robot seperti wawancara dengan narasumber. Alasan yang ketiga, terciptanya jurnalisme robot pasti ada peran manusia sabagai jurnalis dalam menyusun template berita dan mengolah big data.

Kesimpulannya, jangan jadikan perkembangan  teknologi sebagai ancaman namun jadikan sebagai alat bantu manusia untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan membantu meringankan pekerjaan manusia. Jadi, peran manusia sebagai pewarta tidak akan pernah tergantikan selama jurnalisme robot belum bisa mencari sumber berita sendiri di lapangan.

Pertanyaan yang kedua ialah mengenai presisi robot, apakah kecanggihan jurnalisme robot dalam menghasilkan berita masih bisa menciptakan kesalahan.

Petinggi Beritagar.id, Saya melihat hal tersebut masih mungkin terjadi. Dalam kasus LA Times, robot penulis berita peringatan gempa, Quakebot, merilis informasi keliru akibat kesalahan data yang dirilis pegawai Badan Geologi Nasional AS (USGS).

Artinya jurnalisme robot masih bisa melakukan kesalahan dan tentu membutuhkan peran manusia karena peran jurnalisme robot hanya untuk memudahkan tugas wartawan bukan mengganti peran manusia sebagai pewarta. Namun, tidak menutup kemungkinan berita yang dihasilkan oleh jurnalisme robot bisa akurat. Melalui pengkajian sehingga robot mampu membuat berita dengan akurat.

Daftar Pustaka.
Razaki, Eko. (2018).” Praktik Jurnalisme Robot, Senjakala Jurnalis?”. http://www.remotivi.or.id/amatan/481/Praktik-Jurnalisme-Robot,-Senjakala-Jurnalis diunduh pada Mei 2019 pukul 12.49
Prasetya. (2018).”Peran Manusia Tidak Sepenuhnya Terganti oleh Robotic Journalism”.https://prasetya.ub.ac.id/berita/Peran-Manusia-Tidak-Sepenuhnya-Terganti-oleh-Robotic-Journalism-22312-id.html diunduh padaMei 2019 pukul 12.54

Komentar